Home ISO Standard Update Gas Rumah Kaca: Memahami GHG Emissions, Emisi Karbon, dan Strategi Pengurangannya

Gas Rumah Kaca: Memahami GHG Emissions, Emisi Karbon, dan Strategi Pengurangannya

Emisi gas rumah kaca, GHG emissions

Written By

CBQA Global

Follow us:

Perubahan iklim semakin mendorong organisasi untuk memahami dan mengelola dampak lingkungan yang berasal dari aktivitas operasionalnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah Greenhouse Gas (GHG) Emissions atau emisi gas rumah kaca.

Bagi perusahaan, pengelolaan GHG bukan lagi sekadar menghitung jumlah emisi yang dihasilkan. Lebih dari itu, data emisi dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi pengurangan emisi, meningkatkan efisiensi operasional, memenuhi kebutuhan pelanggan dan regulator, serta mendukung pencapaian target keberlanjutan organisasi.

Apa Itu GHG Emission?

Greenhouse Gas Emissions adalah pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia maupun proses alami.

Gas rumah kaca yang umum diperhitungkan antara lain:

  • Carbon Dioxide (CO₂)
  • Methane (CH₄)
  • Nitrous Oxide (N₂O)
  • Hydrofluorocarbons (HFCs)
  • Perfluorocarbons (PFCs)
  • Sulfur Hexafluoride (SF₆)
  • Nitrogen Trifluoride (NF₃)

Dalam inventarisasi GHG, berbagai jenis gas tersebut umumnya dikonversikan menjadi tonnes of CO₂ equivalent (tCO₂e) sehingga dampak emisinya dapat dihitung dan dibandingkan secara konsisten.

Mengapa Perusahaan Perlu Mengukur GHG Emissions?

Langkah pertama dalam pengelolaan emisi adalah memahami berapa banyak emisi yang dihasilkan, dari mana sumbernya, dan aktivitas apa yang menjadi penyebab utama emisi tersebut.

Pengukuran GHG dapat membantu perusahaan untuk:

1. Mengidentifikasi sumber emisi utama

Perusahaan dapat mengetahui aktivitas mana yang memberikan kontribusi terbesar terhadap emisi.

2. Menentukan peluang pengurangan emisi

Data yang akurat membantu perusahaan menentukan area yang memiliki potensi pengurangan emisi paling besar.

3. Meningkatkan efisiensi operasional

Pengurangan konsumsi energi, bahan bakar, atau material dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus berpotensi meningkatkan efisiensi biaya.

4.     Memenuhi kebutuhan pelanggan dan stakeholder

Semakin banyak perusahaan yang membutuhkan data emisi dari pemasok dan business partners sebagai bagian dari pengelolaan sustainability dan supply chain.

5. Mendukung pelaporan dan target keberlanjutan

Inventarisasi GHG dapat menjadi dasar dalam menetapkan target pengurangan emisi dan memantau pencapaiannya.

Memahami Scope 1, Scope 2, dan Scope 3

Dalam inventarisasi GHG, emisi biasanya dikategorikan berdasarkan sumbernya.

Scope 1 – Direct Emissions

Scope 1 mencakup emisi langsung yang berasal dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh organisasi.

Contohnya:

  • Penggunaan bahan bakar pada boiler atau furnace
  • Penggunaan bahan bakar kendaraan operasional
  • Proses produksi
  • Emisi fugitive dari refrigerant

Scope 2 – Energy Indirect Emissions

Scope 2 berkaitan dengan emisi tidak langsung dari energi yang dibeli dan dikonsumsi organisasi, terutama listrik, steam, heat, atau cooling.

Sebagai contoh, ketika perusahaan menggunakan listrik dari jaringan, emisi yang terjadi pada pembangkit listrik tersebut dapat diperhitungkan sebagai Scope 2 bagi perusahaan pengguna energi tersebut.

Scope 3 – Other Indirect Emissions

Scope 3 mencakup emisi tidak langsung lainnya yang terjadi di sepanjang value chain organisasi.

Contohnya dapat berasal dari:

  • Purchased goods and services
  • Capital goods
  • Transportation and distribution
  • Business travel
  • Employee commuting
  • Use of sold products
  • End-of-life treatment of sold products

Scope 3 sering kali menjadi tantangan karena membutuhkan data dari berbagai aktivitas dan pihak di dalam rantai nilai perusahaan.

Dari GHG Inventory Menuju GHG Management

Menghitung emisi merupakan langkah awal, bukan tujuan akhir.

Setelah perusahaan memiliki data GHG inventory, langkah berikutnya adalah memahami emission hotspots, menentukan baseline, menetapkan target, dan mengembangkan program pengurangan emisi.

Pendekatan yang dapat dilakukan antara lain:

Measure → Identify → Reduce → Monitor → Improve

Perusahaan perlu memastikan bahwa program pengurangan emisi didasarkan pada data yang dapat ditelusuri dan metodologi yang konsisten.

Contohnya dapat mencakup:

  • Peningkatan efisiensi energi
  • Penggunaan energi terbarukan
  • Pengurangan konsumsi bahan bakar
  • Optimalisasi proses produksi
  • Pengurangan waste
  • Perubahan sumber bahan baku
  • Transportasi yang lebih efisien
  • Pengelolaan refrigerant
  • Implementasi teknologi rendah karbon

Pentingnya GHG Verification

Selain melakukan perhitungan, organisasi dapat mempertimbangkan proses verification untuk meningkatkan kredibilitas informasi GHG yang dilaporkan.

Verification dilakukan untuk memberikan tingkat keyakinan tertentu bahwa informasi GHG telah disusun sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan bebas dari material misstatement sesuai dengan tujuan dan batasan penugasannya.

Proses ini dapat membantu organisasi meningkatkan:

  • Credibility of GHG information
  • Transparency
  • Data reliability
  • Stakeholder confidence
  • Readiness for customer or regulatory requirements

Standar seperti ISO 14064-1 dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam pengembangan dan pelaporan inventarisasi GHG organisasi, sementara ISO 14064-3 memberikan prinsip dan persyaratan terkait validation dan verification atas pernyataan GHG.

GHG Emission sebagai Bagian dari Strategi Sustainability

Pengelolaan GHG sebaiknya tidak berdiri sendiri sebagai proyek lingkungan. Data emisi dapat diintegrasikan dengan strategi bisnis dan sustainability perusahaan.

Dengan mengetahui sumber emisi terbesar, perusahaan dapat menentukan prioritas investasi, meningkatkan efisiensi sumber daya, mengantisipasi kebutuhan pelanggan, dan mempersiapkan organisasi menghadapi perkembangan kebijakan terkait perubahan iklim.

Pada akhirnya, “you cannot effectively manage what you do not measure.”

Pengukuran GHG memberikan perusahaan titik awal untuk memahami jejak emisinya. Dari sana, organisasi dapat bergerak menuju pengurangan emisi yang lebih terukur, transparan, dan berkelanjutan.

Mulai dari Data, Bergerak Menuju Pengurangan Emisi

Perjalanan menuju organisasi yang lebih rendah karbon dimulai dengan memahami where you are today.

Dengan GHG Inventory yang terstruktur, data yang dapat ditelusuri, serta proses verification yang sesuai, perusahaan dapat membangun fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan strategi pengurangan emisi dan mencapai target sustainability.

Measure your emissions. Understand your impact. Take action.

Butuh Dukungan untuk GHG Verification?

CBQA Global menyediakan layanan Verification & Validation untuk membantu organisasi meningkatkan kredibilitas informasi dan data keberlanjutan sesuai dengan standar dan kriteria yang relevan.

Jika perusahaan Anda membutuhkan dukungan dalam GHG Verification, GHG Inventory, ISO 14064-1, atau ISO 14064-3, tim CBQA Global siap membantu memahami kebutuhan dan proses yang sesuai dengan karakteristik proyek Anda.

Hubungi CBQA Global untuk informasi lebih lanjut:

Email: info@cbqaglobal.com
WhatsApp: 08118468777
Phone: +62 21 2781 4200

CBQA Global. We Inspire in Trust
Certification | Audit | Training | Sustainability

More CBQA Global News

Ready to Strengthen Compliance, Trust, and Business Resilience?

Get expert support for your ISO certification and compliance needs through structured services in Certification, Audit, Training, Verification, Validation, Sustainability, and Professional Training to strengthen governance, reduce risk, and improve performance.

Apply for This Opportunity

Name
Drag & Drop Files, Choose Files to Upload