Home ISO Standard Update ISO 9001:2026: Membangun Budaya Mutu di Luar Sekadar Kepatuhan

ISO 9001:2026: Membangun Budaya Mutu di Luar Sekadar Kepatuhan

Webinar CBQA Global tentang budaya mutu dan persiapan ISO 9001:2026

Written By

CBQA Global

Follow us:

Budaya mutu yang kuat tidak hanya bergantung pada prosedur dan dokumentasi. Budaya tersebut terbentuk melalui kepemimpinan, perilaku etis, keterlibatan karyawan, dan kebiasaan melakukan perbaikan secara konsisten.

Topik ini menjadi fokus webinar CBQA Global bertajuk “Beyond Compliance: Building a Quality Culture with ISO 9001:2026”, yang diselenggarakan secara online melalui Zoom pada 19 Oktober 2026. Webinar membahas bagaimana organisasi dapat memahami, mengevaluasi, dan meningkatkan budaya mutu dengan mengacu pada panduan ISO 10010:2022.

Mengapa Budaya Mutu Penting dalam ISO 9001:2026?

ISO 9001:2026 merupakan edisi terbaru standar sistem manajemen mutu yang diterbitkan pada 16 September 2026. Edisi ini memperkuat perhatian terhadap kepemimpinan dan budaya mutu, sekaligus mempertahankan fondasi sistem manajemen mutu yang telah dikenal organisasi. Informasi ini dapat dilihat dalam pengumuman resmi ISO.

Dalam materi webinar, budaya mutu dikaitkan dengan Klausul 5.1.1, khususnya promosi budaya mutu dan perilaku etis oleh manajemen puncak. Kesadaran karyawan dan lingkungan yang mendukung pelaksanaan proses juga menjadi bagian dari pembahasan.

Artinya, kualitas perlu menjadi bagian dari cara organisasi mengambil keputusan dan menjalankan pekerjaan sehari-hari, bukan sekadar memenuhi persyaratan audit.

Bagaimana ISO 10010:2022 Membantu Membangun Budaya Mutu?

ISO 10010:2022 memberikan panduan untuk mengevaluasi, mengembangkan, dan meningkatkan budaya mutu organisasi. Panduan ini menekankan keterlibatan karyawan dan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan jangka panjang.

Materi webinar membahas empat langkah utama untuk menerapkan pendekatan tersebut.

1. Memahami Konteks Organisasi

Organisasi perlu memahami faktor eksternal, seperti regulasi, persaingan, kebutuhan pelanggan, dan perkembangan teknologi. Faktor internal, termasuk kepemimpinan, sumber daya, produk dan jasa, serta pengelolaan risiko dan peluang, turut memengaruhi budaya mutu.

2. Menentukan Budaya Mutu yang Diinginkan

Budaya mutu perlu selaras dengan visi, misi, nilai, dan arah strategis organisasi. Manajemen puncak harus mengomunikasikan komitmen tersebut, menyediakan sumber daya, menetapkan harapan perilaku, dan memberikan contoh nyata.

Keterlibatan karyawan dari berbagai tingkatan juga diperlukan agar budaya mutu menjadi tanggung jawab bersama.

3. Mengukur dan Mengevaluasi Kondisi Saat Ini

Organisasi perlu menilai apakah perilaku dan praktik kerja sudah sesuai dengan budaya mutu yang diinginkan. Evaluasi dapat menggunakan survei karyawan, wawancara, lokakarya, observasi, keluhan pelanggan, laporan ketidaksesuaian, dan hasil audit.

Jika ditemukan kesenjangan, analisis akar masalah seperti metode 5 Whys dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya. Sebagai contoh, rendahnya pelaporan produk cacat mungkin berkaitan dengan tekanan pencapaian target produksi atau kekhawatiran terhadap respons atasan.

4. Menerapkan Perbaikan secara Berkelanjutan

Tindakan perbaikan harus didasarkan pada hasil evaluasi. Organisasi dapat menggunakan pelatihan, komunikasi internal, pelibatan karyawan, penunjukan quality culture champion, serta penghargaan yang sesuai.

Evaluasi berkala tetap diperlukan untuk memastikan tindakan tersebut efektif dan relevan dengan perubahan kondisi organisasi.

Apa Peran Manajemen dan Karyawan dalam Budaya Mutu?

Manajemen puncak menetapkan arah dan menunjukkan komitmen terhadap budaya mutu. Sementara itu, karyawan menerapkan nilai serta perilaku yang diharapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Kolaborasi lintas departemen, umpan balik pelanggan, dan indikator kinerja yang selaras dengan sasaran mutu dapat membantu memperkuat penerapan tersebut.

Dengan demikian, budaya mutu bukan hanya tanggung jawab departemen quality, tetapi bagian dari cara kerja seluruh organisasi.

Artikel terkait : ISO 9001:2026 Resmi Terbit: Perubahan Utama dan Persiapan Transisi

Apa Kesimpulan Utama Webinar?

Webinar CBQA Global menegaskan bahwa budaya mutu perlu dibangun melalui tindakan nyata, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Organisasi perlu memahami konteksnya, menentukan budaya yang ingin dicapai, mengukur kondisi saat ini, dan menindaklanjuti kesenjangan yang ditemukan.

Pendekatan ISO 10010:2022 dapat menjadi referensi dalam memperkuat budaya mutu dan mendukung pengembangan sistem manajemen mutu sejalan dengan ISO 9001:2026.

Persiapkan Transisi ISO 9001:2026 Bersama CBQA Global

CBQA Global menyediakan program pelatihan untuk membantu organisasi memahami perkembangan standar dan mempersiapkan transisi ISO 9001:2026.

Transition Training, ISO 9001:2026 (Night Class) membahas perubahan standar dan pendekatan transisi. Sementara itu, Awareness Training, ISO 9001:2026 memberikan gambaran umum mengenai standar terbaru dan kesiapan organisasi.

Untuk informasi jadwal dan pendaftaran, hubungi CBQA Global.

Email: info@cbqaglobal.com
WhatsApp: 0811 8468 777
Telepon: +62 21 2781 4200

CBQA Global. We Inspire in Trust.
Certification | Audit | Training | Sustainability

More CBQA Global News

Ready to Strengthen Compliance, Trust, and Business Resilience?

Get expert support for your ISO certification and compliance needs through structured services in Certification, Audit, Training, Verification, Validation, Sustainability, and Professional Training to strengthen governance, reduce risk, and improve performance.

Apply for This Opportunity

Name
Drag & Drop Files, Choose Files to Upload