Home ISO Standard Update Empowering Consumers Directive: Apa Arti Aturan Baru Green Claims bagi Perusahaan di Uni Eropa?

Empowering Consumers Directive: Apa Arti Aturan Baru Green Claims bagi Perusahaan di Uni Eropa?

Green Claims

Written By

CBQA Global

Follow us:

Di seluruh Uni Eropa, konsumen semakin sering menemukan produk dengan klaim seperti “green”, “eco-friendly”, sustainable, atau climate neutral”. Klaim mengenai lingkungan juga semakin banyak digunakan pada kemasan produk, website, advertising, dan berbagai komunikasi pemasaran.

Meningkatnya penggunaan green claims berjalan seiring dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap transparansi. Konsumen ingin mengetahui apakah suatu klaim benar-benar memiliki dasar yang jelas dan dapat dipercaya.

Pada saat yang sama, penggunaan klaim lingkungan yang terlalu umum, sulit diverifikasi, tidak memiliki bukti yang memadai, atau berpotensi menyesatkan menimbulkan kekhawatiran terhadap greenwashing.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Uni Eropa memperkuat aturan perlindungan konsumen melalui Empowering Consumers Directive (EmpCo Directive) sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Bagi perusahaan yang menggunakan environmental claims atau sustainability labels, perubahan ini menjadi penting untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi cara perusahaan menyampaikan informasi keberlanjutan kepada konsumen.

The Empowering Consumers Directive: Apa yang Berubah?

Empowering Consumers Directive memperkuat ketentuan yang sebelumnya telah berlaku melalui Unfair Commercial Practices Directive (UCPD).

Sebelumnya, misleading advertising, termasuk klaim lingkungan yang menyesatkan, telah dilarang di Uni Eropa. Namun, penilaian terhadap apakah suatu klaim dianggap menyesatkan dapat dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing kasus.

Melalui Empowering Consumers Directive, persyaratan mengenai environmental claims dibuat lebih spesifik. Tujuannya adalah meningkatkan konsistensi penerapan aturan sekaligus memberikan batasan yang lebih jelas bagi perusahaan ketika berkomunikasi mengenai aspek lingkungan suatu produk.

Ketentuan baru tersebut akan berlaku mulai 27 September 2026.

Bagi perusahaan, perubahan ini berarti penggunaan green claims, sustainability labels, dan komunikasi terkait environmental performance perlu ditinjau secara lebih hati-hati.

1. Generic Environmental Claims Akan Dibatasi

Salah satu perubahan penting dalam Empowering Consumers Directive berkaitan dengan generic environmental claims.

Klaim seperti “eco-friendly”, “green”, atau istilah lingkungan lain yang bersifat umum tidak dapat digunakan secara bebas apabila tidak didukung oleh kinerja lingkungan yang sangat baik dan diakui.

Perusahaan juga perlu memberikan spesifikasi yang jelas dan menonjol mengenai apa yang dimaksud dengan klaim tersebut pada media komunikasi yang sama.

Artinya, perusahaan perlu menghindari penggunaan klaim lingkungan yang terlalu luas tanpa menjelaskan karakteristik lingkungan yang sebenarnya dimaksud.

Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk beralih dari komunikasi seperti:

“Our product is green.”

menjadi informasi yang lebih spesifik mengenai aspek lingkungan yang dapat dijelaskan dan didukung oleh bukti.

Perubahan tersebut penting tidak hanya bagi tim marketing, tetapi juga bagi sustainability, compliance, product, legal, dan brand management.

2. Sustainability Labels Harus Berbasis Certification Scheme atau Public Authority

Perubahan penting lainnya berkaitan dengan sustainability labels.

Berdasarkan ketentuan baru, sustainability labels tertentu harus didasarkan pada third-party certification scheme atau ditetapkan oleh public authorities.

Hal ini menjadi perhatian bagi perusahaan yang menggunakan label keberlanjutan sebagai bagian dari komunikasi produk.

Third-party certification memberikan mekanisme verifikasi independen berdasarkan persyaratan dan kriteria tertentu. Dengan demikian, sustainability information tidak hanya berasal dari klaim yang dibuat oleh perusahaan sendiri.

Perusahaan yang menggunakan self-developed sustainability labels atau proprietary labels tanpa dasar verifikasi independen perlu meninjau kembali praktik penggunaan label tersebut.

Tujuannya adalah memastikan bahwa sustainability labels yang digunakan memiliki dasar yang jelas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

3. Aturan Lebih Ketat untuk Carbon-Offsetting Claims

Empowering Consumers Directive juga memperkenalkan ketentuan yang lebih ketat terhadap environmental claims yang menggunakan pendekatan greenhouse gas offsetting.

Perusahaan tidak diperbolehkan menyampaikan bahwa suatu produk memiliki dampak lingkungan yang netral, berkurang, atau positif apabila klaim tersebut didasarkan pada offsetting emisi gas rumah kaca dengan cara yang dilarang oleh ketentuan tersebut.

Hal ini penting karena istilah seperti “carbon neutral” atau “climate neutral” dapat memberikan persepsi tertentu kepada konsumen mengenai dampak lingkungan suatu produk.

Karena itu, perusahaan perlu memahami dengan jelas dasar dari setiap environmental claim yang digunakan serta memastikan bahwa komunikasi tersebut tidak memberikan gambaran yang lebih luas daripada bukti yang tersedia.

Bagaimana EmpCo Directive Berkaitan dengan Greenwashing?

Salah satu tujuan penting dari perubahan aturan ini adalah memperkuat perlindungan konsumen terhadap greenwashing.

Greenwashing dapat muncul ketika komunikasi perusahaan memberikan kesan bahwa produk atau aktivitas perusahaan memiliki kinerja lingkungan yang lebih baik daripada yang dapat dibuktikan.

Dalam konteks ini, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap green claim memiliki:

Claim → Supporting Evidence → Verification → Clear Communication

Artinya, klaim harus memiliki dasar yang relevan, informasi pendukung harus tersedia, proses verifikasi harus sesuai apabila diperlukan, dan informasi kepada konsumen harus disampaikan secara jelas.

Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengurangi risiko penggunaan klaim yang terlalu umum atau berpotensi menimbulkan interpretasi yang berbeda.

Bagi perusahaan yang beroperasi di pasar Uni Eropa, pengelolaan sustainability claims semakin menjadi bagian dari strategi compliance dan risk management.

Artikel terkait : ISCC Carbon Footprint Certification (ISCC CFC)

Apa Hubungan Empowering Consumers Directive dengan Sustainability Certification?

Perubahan terhadap sustainability labels membuat sustainability certification dan third-party certification semakin relevan bagi perusahaan yang ingin menunjukkan karakteristik keberlanjutan produknya.

Certification scheme dapat menyediakan kerangka yang terstruktur untuk melakukan verifikasi terhadap persyaratan tertentu.

Namun, certification bukan berarti seluruh komunikasi pemasaran otomatis memenuhi persyaratan regulasi.

Perusahaan tetap perlu memastikan bahwa penggunaan certification logo, sustainability claim, dan informasi produk sesuai dengan:

  • Scope certification
  • Certification requirements
  • Claim requirements
  • Label usage requirements
  • Applicable regulations

Dengan demikian, certification perlu dipandang sebagai bagian dari sistem yang mendukung kredibilitas sustainability information, bukan sebagai pengganti tanggung jawab perusahaan dalam memastikan komunikasi yang sesuai.

Artikel Terkait : ISCC EUDR Certification: Memperkuat Rantai Pasok Kedelai yang Bebas Deforestasi dan Dapat Ditelusuri

Bagaimana ISCC Mendukung Pendekatan Ini?

ISCC merupakan independent third-party certification scheme yang menyediakan sistem sertifikasi untuk berbagai rantai pasok dan material berkelanjutan.

Dalam konteks Empowering Consumers Directive, ISCC memberikan perhatian terhadap bagaimana logo dan sustainability claims digunakan oleh perusahaan.

ISCC menyediakan panduan penggunaan logo dan klaim melalui ISCC Document 208 “Logos and Claims”.

Untuk penggunaan logo atau claim ISCC pada finished goods, informasi yang disampaikan perlu menjelaskan dengan jelas apa yang dimaksud oleh logo atau claim tersebut.

Informasi tersebut dapat mencakup:

  • Raw material category
  • Chain-of-custody option
  • Certified component
  • Certified percentage

Pendekatan ini membantu membuat sustainability communication menjadi lebih spesifik dan memberikan informasi yang lebih jelas mengenai karakteristik yang sebenarnya telah disertifikasi.

Dengan demikian, penggunaan ISCC certification dapat menjadi salah satu elemen yang mendukung perusahaan dalam membangun sustainability communication yang lebih terstruktur dan dapat diverifikasi.

Mengapa Third-Party Certification Semakin Penting?

Perubahan regulasi Uni Eropa menunjukkan adanya pergeseran dari environmental claims yang bersifat umum menuju klaim yang lebih specific, transparent, and verifiable.

Bagi perusahaan, perubahan ini berarti sustainability communication tidak lagi hanya menjadi bagian dari aktivitas marketing.

Klaim yang digunakan dapat berkaitan dengan berbagai fungsi bisnis, termasuk:

  • Sustainability
  • Compliance
  • Marketing
  • Product management
  • Procurement
  • Legal
  • Supply chain
  • Brand management

Third-party certification dapat membantu menyediakan dasar verifikasi yang lebih independen ketika perusahaan ingin menunjukkan karakteristik sustainability tertentu.

Namun, perusahaan tetap perlu memahami batasan certification dan memastikan bahwa claim yang digunakan sesuai dengan hasil sertifikasi serta persyaratan yang berlaku.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan?

Perusahaan yang menggunakan green claims atau sustainability labels dapat mulai melakukan review sebelum ketentuan baru berlaku.

1. Review Environmental Claims

Identifikasi seluruh green claims yang digunakan pada packaging, website, advertising, product descriptions, social media, dan materi pemasaran lainnya.

2. Evaluasi Sustainability Labels

Periksa dasar dari sustainability labels yang digunakan dan tentukan apakah label tersebut memiliki basis third-party certification scheme atau public authority.

3. Periksa Supporting Evidence

Pastikan setiap sustainability claim memiliki informasi dan bukti yang relevan.

4. Evaluasi Generic Claims

Identifikasi klaim yang terlalu umum seperti “green”, “eco-friendly”, atau istilah serupa dan periksa apakah klaim tersebut memiliki dasar yang sesuai.

5. Review Certification Claims

Jika perusahaan menggunakan certification logo atau claim, pastikan penggunaannya sesuai dengan persyaratan certification scheme yang berlaku.

6. Perkuat Internal Controls

Koordinasikan tim marketing, sustainability, compliance, product, dan legal agar memiliki pemahaman yang sama mengenai penggunaan environmental claims.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu perusahaan mengidentifikasi potensi masalah lebih awal dan menyiapkan komunikasi sustainability yang lebih kredibel.

Apa Arti Empowering Consumers Directive bagi Perusahaan?

Empowering Consumers Directive menunjukkan bahwa cara perusahaan menyampaikan sustainability information kepada konsumen sedang mengalami perubahan.

Perusahaan tidak cukup hanya mengatakan bahwa suatu produk adalah “green”, “sustainable”, atau “eco-friendly”.

Klaim tersebut perlu memiliki konteks yang jelas dan didukung oleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi perusahaan yang menggunakan sustainability certification, perubahan ini juga menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa certification, claims, labels, dan supporting evidence dikelola secara konsisten.

Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko greenwashing, meningkatkan transparansi, dan membangun kepercayaan konsumen terhadap sustainability claims yang disampaikan.

Persiapkan Sustainability Certification dan Green Claims bersama CBQA Global

Perubahan Empowering Consumers Directive membuat perusahaan perlu lebih cermat dalam mengelola green claims, sustainability labels, dan sustainability communication.

CBQA Global mendukung organisasi yang ingin memahami kebutuhan sustainability certification, third-party certification, dan ISCC certification sesuai dengan aktivitas serta kebutuhan rantai pasok perusahaan.

Jika perusahaan Anda sedang melakukan review terhadap green claims, mengevaluasi sustainability labels, atau mempertimbangkan ISCC Certification, tim CBQA Global siap membantu Anda memahami persyaratan yang relevan dan mempersiapkan proses sertifikasi secara lebih terstruktur.

Hubungi CBQA Global untuk mendiskusikan kebutuhan Sustainability Certification dan ISCC Certification perusahaan Anda.

Email: marketing@cbqaglobal.com
WhatsApp: 08118468777

More CBQA Global News

Ready to Strengthen Compliance, Trust, and Business Resilience?

Get expert support for your ISO certification and compliance needs through structured services in Certification, Audit, Training, Verification, Validation, Sustainability, and Professional Training to strengthen governance, reduce risk, and improve performance.

Apply for This Opportunity

Name
Drag & Drop Files, Choose Files to Upload